| Utang di Bulan Puasa |
| Written by Admin on Wednesday, 09 September 2009 05:23 |
Banyak orang yang berpikir Bulan Puasa dan Hari Raya identik dengan membengkaknya pengeluaran. Padahal tidak seharusnya begitu.
Memang pengeluaran menjelang Hari Raya ini akan meningkat dan membuat panik kalau kita tidak siap. Ada pengeluaran mudik, pengeluaran THR untuk pembantu, supir, babysitter, pengeluaran open house sampai tunjangan untuk keluarga. Ada orang yang karena panik menghadapi Bulan Puasa dan Hari Raya sampai-sampai harus berhutang. Lebih parah lagi harus menggadaikan asetnya seperti emas dan kendaraan bermotor. Masak sih harus begini terus ya? Kenapa kita sampai harus berhutang? Jawabannya sederhana, kita sedang menjalani pada gaya hidup yang sebetulnya kita tidak mampu. Memaksakan mudik padahal tidak punya uang, Tetap menggelar open house padahal tidak punya uang, Punya sederetan pasukan di rumah padahal penghuninya hanya berempat. Bisa bangkrut bayar THR pekerja ini kan? Sebetulnya, Tunjangan Hari Raya yang kita terima setiap tahun akan dapat memenuhi semua kebutuhan Hari Raya. Kalau belum cukup atau tidak memiliki fasilitas THR, kita bisa tetap memenuhi kebutuhan Hari Raya ini dengan menabung. Menabung rutin Rp 1 juta per bulan bisa menghasilkan Rp 12 juta dalam 12 bulan. Sesederhana itu!. Ayo periksa lagi sampai mana sebetulnya kemampuan kita menopang gaya hidup ini. Jangan malu kalau tahun ini harus berbenah dan banyak me-rem pengeluaran Hari Raya. Ini penting supaya dari satu Lebaran ke Lebaran berikutnya kita pun tidak perlu panik lagi. Let’s Solve Your Life in Debt |
Directory
| 1. KOI Kemang Category: Restaurant |
| 2. Ocha & Bella Category: Restaurant |
| 3. Gester Category: Beauty Salon |
| 4. Amethyst Category: Body Care & Slimming Center |
| 5. Amuz Gourmet Restaurant Category: Restaurant |



Banyak orang yang berpikir Bulan Puasa dan Hari Raya identik dengan membengkaknya pengeluaran. Padahal tidak seharusnya begitu.