| Kasus 5 Email dari Emil |
| Written by Admin on Friday, 20 November 2009 09:46 |
|
Mas Alex, Saya Emil, 29 tahun. Saya bekerja pada divisi keuangan. Saya sudah bekerja selama 4. Selama bekerja, saya memiliki seorang teman baik di divisi ini. Kebetulan kami masuk pada waktu yang berbarengan. Setelah bekerja keras, 4 bulan yang lalu dia mendapat promosi dan menggantikan atasan kami. Awalnya saya merasa senang karena melihat dia begitu bahagia. Tapi belakangan saya jadi merasa rendah diri, karena teman saya lah yang justru dipilih untuk mendapat promosi, bukan saya. Dan saya jadi malas-malasan bekerja sekarang. Saya pun jadi segan untuk mendekati teman lama saya tersebut. Apakah sebaiknya saya berhenti saja? Karena saya merasa peluang saya sudah tertutup di kantor ini. Terima Kasih. Jawab Emil di satu sisi, saya melihat dalam situasi ini kalo tohh memang dirasakan olehmu ini wajar. Namanya juga manusia, setiap manusia berhak berasa A, berhak merasa B, dan C jadi saya tidak akan meyalahkan perasaanmu, namun perasaan ini juga kemudian harus kita maknai seberapa jauh kita mau membiarkan perasaan ini seberapa jauh perasaan ini mau lebih (bahasa praktisnya) di jabani. Apakah kemudian memang ada slotnya disana kita biarkan perasaan itu disana, atau malah kita jadikan energi, apa yang harus kita lakukan, Pilihan banyak Emil. Jadi kalo kemudian kita bilang pilihannya adalah Emil mau melihat kaca mata apa adanya dia lebih bagus dari saya, oke, apakah Emil dapat menerima situasi inikalau kemuadian membuat hubungan kerjasama mu jadi tidak enak dan kamu lebih tidak perform, oke, apakah pilihannya pindah atau kemudian kalau misalnya kamu lihat bahwa kamu sebetulnya punya hak yang sama, peluang yang sama karena bagusnya sama. Siapapun bisa berada dalam posisi yang sama ada 2 orang yang saama bagusnya tapi posisinyab hanya 1, jadi bisa saja kamu atau dia, kalau melihat situasi ini dengan lebih apa adanya bisa saja kemudian kamu bilang ” ya sudahlah, mungkin kali ini bukan jodohnya saya”. Sekali lagi saya tidak akan mengharuskan dirimu untuk apa yang harus dilakukan, tapi dirimulah yang paling tahu kalau targetnya adalah saya bisa tetap bekerja dengan sebaik-baiknya dan situasi ini saya betul akan untuk saya tidak perform, apa yang harus dilakukan, kamu sudah tahu. Tapi kalau kamu bilang, Oke, saya bisa mengatasi perasaan ini, kalau toh saya melihat situasi ini antara permanen dan non permanen ini debatable, bisa saja kemudian situasi ini membuat saya mentalnya tangguh, matang. Dan namanya atasan bisa saja selamanya dia, bisa juga tidak, bisa saja tahun depan pindah dan saya menduduki posisi dia. Intinya setiap hari, setiap langkah harus memberi sesuatu yang lebih baik untuk mu. Itu saja pertimbangannya Emil. Good luck yah. |
Directory
| 1. Kenko Fish Therapy Category: Massage & Reflexiology |
| 2. Spectrum – Thai... Category: Massage & Reflexiology |
| 3. Bersih Sehat Category: Massage & Reflexiology |
| 4. Life Zen Category: Massage & Reflexiology |
| 5. Jamu Spa Category: Spa |































